Jumat, 18 Oktober 2013

Istana! Dengarkan suara kami

Sebagian peserta aksi 17/10-2013
Dibawah terik sinar matahari Jakarta yang membakar kulit, ribuan buruh yang tergabung dalam Sekber (Sekretariat Bersama) Buruh Jakarta bergerak dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Istana Presiden. 17 Oktober 2013, adalah hari yang dipilih oleh Sekretariat Bersama Buruh untuk menyuarakan aspirasinya.

Sultoni, Koordinator Presidium dalam orasi pembuka di depan Istana Negara menyatakan dengan tegas bahwa gerakan buruh Indonesia, dalam kurun waktu yang lama sangat merindukan hadirnya semangat persatuan untuk memukul mundur musuh utamanya, yakni kapitalisme. Kapitalisme, menjadi  penanggungjawab atas kemiskinan, kemelaratan structural dan beraneka kesusahan rakyat.

Federasi Serikat PekerjaPulp & kertas Indonesia (FSP2KI) yang berangkat dari Karawang dan Cikarang bersama Serbuk Karawang, menjadi bagian dari massa aksi. Massa aksi dipimpin langsung oleh Sumardi, Wakil Presiden FSP2KI. “FSP2KI, menyatakan sepenuhnya mendukung mogok nasional dan secara organisasional telah menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk terlibat. Persiapan telah dilakukan dan terus dievaluasi,” Kata Sumardi di sela-sela Aksi.


Lebih tegas, Maman Ali Usman, selaku Wasekjen FSP2KI menyatakan bahwa sebagai bagian dari Sekber Buruh, dan terlibat dalam konsolidasi nasional di Gedung Joeang 45, akan terlibat dalam setiap konsolidasi dan aksi pra mogok. Kami, bersama Serbuk Karawang, tergabung dalam Sekber.


Aksi di tutup pada sekitar pukul 15.00 wib, dan masa aksi yang berasal dari berbagai organisasi seperti federasi Progresip, FPBI, FBLP, SBTPI, Serbuk, dan berbagai organisasi lainnya rapi melakukan long march dari istana presiden sampai patung kuda di Indosat. (khi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar